Awas, Depresi atau Galau Bisa Menular Lho

Selasa

Ketika melihat teman atau sahabat tengah dirundung masalah, Anda tentu tak ingin berdiam diri. Tapi hati-hati dengan teman yang mudah galau atau sedikit-sedikit stres, karena menurut sebuah studi kondisi ini dapat menular. Bahkan peneliti Gerald Haeffel dan Jennifer Hames dari University of Notre Dame, AS mengklaim teman dekat atau sahabat orang yang mudah depresi akan merasakan gejala depresi yang sama dalam kurun waktu enam bulan kemudian.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychological Science ini memaparkan yang bersifat 'menular' dari penderita depresi adalah 'cognitive vulnerability' atau 'kerentanan kognitifnya'. 'Kerentanan kognitif' adalah kondisi seseorang yang cenderung merespons masalah secara negatif. Orang yang memiliki tingkat 'kerentanan kognitif' tinggi terbukti lebih rentan terkena depresi.

Tingkat 'kerentanan kognitif' satu orang dengan orang lainnya berbeda-beda. Biasanya gejalanya mulai muncul pada usia remaja awal dan terus berlanjut hingga dewasa. Kendati begitu, Haeffel dan Hames memprediksi ada kemungkinan untuk memodifikasi kecenderungan seseorang untuk mengalami depresi dalam kondisi tertentu.

Haeffel dan Hames menduga jika 'kerentanan kognitif' ini bisa jadi 'menular', terutama ketika lingkungan sosial seseorang tengah berubah-ubah. Keduanya menemukan hipotesis ini setelah mengamati 103 pasang rekan sekamar yang baru saja memulai kehidupan perkuliahan sebagai mahasiswa baru (maba) di sebuah universitas di AS.

Setelah sebulan menjalani kehidupan perkuliahan, setiap partisipan mengerjakan beberapa kuesioner online yang didesain khusus untuk mengukur tingkat 'kerentanan kognitif' dan gejala depresi yang dimilikinya. Aktivitas ini kembali dilakukan partisipan tiga bulan kemudian, begitu pula dengan enam bulan berikutnya.

Dari situ peneliti menemukan bahwa maba yang secara acak ditempatkan satu kamar dengan partisipan lain yang tingkat 'kerentanan kognitifnya' tinggi lebih mudah tertular gaya kognitif teman sekamarnya. Tak hanya itu, tingkat 'kerentanan kognitifnya' pun berkembang pesat.

Sebaliknya, maba yang diminta sekamar dengan partisipan lain yang tingkat 'kerentanan kognitifnya' rendah justru mengalami penurunan pada tingkat 'kerentanan kognitif' mereka sendiri. Efek penularan ini terbukti tetap konsisten pada partisipan dan terlihat dari hasil kuesioner partisipan tiga dan enam bulan kemudian.

Bahkan peneliti mencatat perubahan tingkat 'kerentanan kognitif' ini mempengaruhi risiko gejala depresi partisipan di masa depan. Pasalnya, teman sekamar yang menunjukkan peningkatan 'kerentanan kognitif' di tiga bulan pertama berisiko dua kali lebih besar memperlihatkan gejala depresi pada bulan keenam dibandingkan partisipan yang tidak menunjukkan peningkatan.

"Temuan kami mendemonstrasikan bahwa 'kerentanan kognitif' berpotensi untuk bertambah atau berkurang dari waktu ke waktu, tergantung konteks sosialnya," tandas Haeffel dan Hames seperti dilansir Emaxhealth. Namun Haeffel dan Hames menduga efek penularan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu mengobati gejala depresi yang dialami seseorang.

"Nantinya lingkungan sosial individu bisa jadi bagian dari proses intervensi atau suplemen terhadap intervensi kognitif yang sudah ada, bahkan dijadikan metode intervensi yang berdiri sendiri. Misalnya mengelilingi pasien depresi dengan orang-orang yang memiliki gaya kognitif adaptif agar dapat membantu memfasilitasi perubahan kognitif dalam terapi," pungkas keduanya.

Sumber : health.detik.com
Diposting kembali Supermap Learning Center
READ MORE - Awas, Depresi atau Galau Bisa Menular Lho

Lima Cara Mudah Usir Depresi

Senin

Depresi merupakan masalah yang kerap dialami orang tanpa mengenal batas usia dan kelas sosial. Dampak terparah dari depresi adalah memicu keinginan bunuh diri. Pada dasarnya depresi disebabkan tiga faktor, yakni organobiologis, psikologis, dan sosio-lingkungan. Khusus faktor psikologis, depresi biasanya terjadi karena tekanan beban psikis.

Berikut adalah beberapa cara mudah untuk mengusir depresi seperti dilansir laman Times of India:

1. Menyantap makanan yang tepat
Saat seseorang mengalami depresi, nafsu makannya pun cenderung menurun. Cobalah menyantap makanan, seperti kacang, tomat, cokelat hitam, gandum utuh, madu, dan kelapa untuk meningkatkan suasana hati. Seperti diketahui makanan tersebut mampu meningkatkan level endorfin atau lebih dikenal sebagai hormon bahagia.

2. Olahraga Hormon bahagia juga bisa dihasilkan lewat olahraga. Peneliti menemukan bahwa tingkat depresi pada pasien yang berolahraga selama 1,5-2 jam setiap pekan, lebih rendah.

3. Hindari menonton televisi hingga larut malam
Menurut studi yang dilakukan peneliti AS, duduk di depan komputer, televisi hingga larut malam atau hingga tertidur bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami depresi. Oleh karena itu Anda disarankan untuk menghindari aktivitas tersebut.

4. Pergi ke luar ruangan
Ingin merasa lebih bahagia lagi? Pergilah keluar rumah untuk menghirup udara segar dan terpapar sinar matahari. Beberapa penelitian membuktikan bahwa serotonin --hormon yang berpengaruh pada rasa bahagia-- akan meningkat ketika orang mendapatkan lebih banyak cahaya matahari.

5. Berada di sekitar orang-orang positif
Mengisolasi diri sendiri hanya akan membuat suasana hati lebih buruk. Lebih baik perbanyak berteman dengan orang-orang yang berpikiran positif dan energik. Salah satu caranya Anda bisa bergabung dengan klub atau kelompok yang memiliki hobi sama.

Sumber : life.viva.co.id
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
READ MORE - Lima Cara Mudah Usir Depresi

9 Sinyal Anda Alami Stres

Kita semua akrab dengan keluhan mulut kering, telapak tangan basah, otot tegang, dan sebagainya yang kita anggap keluhan biasa akibat kelelahan kerja.

Selain gejala tersebut, terdapat gejala lain dari stres yang kurang dikenal. Berikut adalah beberapa di antaranya, serta tip menanganinya, seperti dibahas Health24.

Pelupa
Menjadi pelupa dan tidak mampu berkonsentrasi atau membuat keputusan adalah gejala stres, atau mungkin Anda hanya kurang percaya diri. Untuk membantu memulihkan keadaan, lebih baik rehat 10 menit dan minum secangkir teh herbal.

Kerap menguap
Jika Anda sering menguap dan tidak merasa mengantuk, Anda bisa mengambil napas dangkal agar tubuh mendapatkan pasokan oksigen cukup yang diperlukan untuk metabolisme. Lalu, tarik napas dalam-dalam.

Darah, keringat, dan bir
Stres baik untuk memacu adrenalin sehingga Anda bisa lebih waspada dan bekerja lebih keras. Sayangnya, stres juga menyebabkan hormon, yang disebut catecholamine, mengentalkan darah Anda. Dalam jangka pendek, hal ini berguna sebagai ‘panggilan’ perut lapar, tapi dalam jangka panjang dapat mempertinggi risiko serangan jantung. Solusinya? Pindah ke lingkungan yang lebih kondusif atau belajar untuk mengenali dan mengatasi stres dengan cepat.

Berkeringat
Pengaruh hormonal lain dari stres adalah keringat berlebih, terutama di bawah lengan, di mana keringat lebih berbau menyengat daripada bagian tubuh lain. Solusinya, rajin mandi, gunakan roll-on, lalu belajar untuk menghadapi stres.

Salah pilih stimulan
Banyak orang menggunakan stimulan, seperti tembakau, kafein, dan alkohol terutama untuk mengatasi stres. Nikotin akan membunuh Anda, alkohol dan kafein akan menaikkan kadar gula darah, yang pada gilirannya memengaruhi konsentrasi dan suasana hati.

Solusinya, batasi konsumsi minuman berkafein. Faktanya, tak hanya kopi dan teh yang mengandung kafein, tapi juga banyak minuman ringan lainnya. Kemudian, hindari alkohol saat makan siang, tapi gantikan dengan minum air putih sepanjang hari. Tak lupa, berhentilah merokok.

Merasa kering
Mulut kering disebabkan oleh penurunan aliran air liur dalam mulut. Hal ini juga dapat menyebabkan bau mulut tak sedap (halitosis) dan masalah gigi. Solusinya, minum banyak air, gunakan dental floss, dan sikat gigi Anda secara teratur.

Otot tegang
Jika stres, otot Anda berkontraksi dan dapat berakhir dengan perasaan tegang. Otot-otot punggung sangat rentan terhadap ini, dan otot punggung bawah bisa menjadi kejang. Anda dapat meringankan nyeri otot dengan melakukan gerakan jongkok, sambil menumpu lengan di atas lutut Anda. Tahan gerakan ini selama sepuluh detik.

Serangan ketombe
Stres berkepanjangan melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat kulit Anda lebih rentan terhadap jamur yang menghasilkan ketombe. Beberapa tindakan pencegahan, seperti keringkan rambut dengan handuk bukan hair dryer, yang bisa mengeringkan kulit; gunakan campuran shampo bayi dengan sampo yang biasa Anda pakai beberapa kali setiap pekan; tambahkan beberapa tetes minyak lavender dan tea tree oil ke dalam sampo Anda, atau bilas rambut dengan campuran air hangat yang berisi minyak tersebut.

Leher tegang, sakit kepala
Jika Anda cenderung membungkuk di depan keyboard, telepon atau roda kemudi, otot leher Anda akan tegang, yang dapat menyebabkan kekakuan dan akhirnya sakit kepala. Sebanyak 80 persen keluhan sakit kepala diakibatkan kebiasaan tersebut.

Coba cara berikut, letakkan tangan Anda di bahu berlawanan, lalu jalani ujung jari di sepanjang bahu dengan pijatan lembut. Lalu, mandi air hangat berisi minyak pijat, seperti aroma arnica, atau beberapa tetes minyak chamomile dan lavender.

Sumber : lifestyle.okezone.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
READ MORE - 9 Sinyal Anda Alami Stres

Bingung Hadapi Anak dengan Autisme yang Sedang Puber? Ini Triknya

Kamis

Anak dengan autisme memerlukan penanganan khusus karena memiliki hambatan dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Ketika memasuki masa puber, gangguan autisme yang dialami bisa menjadi lebih parah karena pengaruh hormon dan ketidakseimbangan emosi. Lalu bagaimana mengatasinya?

"Menerangkan bahwa badan perempuan dan laki-laki itu berbeda, itu yang pertama. Gunakan visual, jadi pakai gambar. Ini gambar anak laki-laki ini gambar anak perempuan, tidak sama," kata Gayatri Pamoedji, ketua Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) dalam launching video pendidikan 'Terapi Okupasi' dan 'Terapi Wicara' di Jl. Brawijaya XIII No 9 Prapanca, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2013).

Setelah mengenalkan perbedaan anatomi antara tubuh laki-laki dan perempuan, tahap kedua adalah mengajarkan bahwa ada bagian tubuh yang tidak boleh dipegang. Praktiknya, gambar bagian tubuh tertentu ditutup lalu dikasih tanda 'tidak' yang menandakan tidak boleh dipegang, misalnya bagian dada hingga lutut pada wanita.

Gambar yang digunakan ini bisa menggunakan gambar majalah ataupun kalender. Tahap berikutnya, anak diajarkan bahwa yang hanya boleh memegang adalah orang-orang terdekat dan terpercaya. Untuk memudahkan pemahaman, bisa ditempelkan foto bapaknya, ibunya ataupun dokter.

Apabila anak sudah bisa berkomunikasi, Gayatri menyarankan untuk menjelaskan proses perkembangan manusia lewat gambar anak kecil, lalu remaja hingga dewasa. Dengan cara ini, anak diberitahu perubahan tubuh yang akan dialami ketika puber, remaja hingga dewasa. Tujuannya agar anak tidak kaget dengan perubahan tubuhnya.

"Jadi dikasih lihat, ini lho perubahannya. Nanti kamu tumbuh rambut, kamu kemudian suaranya berubah, payudaranya berubah, keluar jenggot dan lain-lain supaya anak-anak ini juga tahu, habis dari sini arahnya ke sini. Jadi selalu pakai visual, karena anak-anak ini belajar lebih mudah dengan visual dibanding dengan audiotorik," terang Gayatri.

Apabila anak memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, Gayatri juga menerapkan metode serupa agar anak memahami batas keakraban, yaitu dengan gambar. Biasanya ia membuat gambar lingkaran di tengah anak, artinya orang yang boleh dipegang adalah bapak, ibu, kakak dan adik serta ditempelkan foto lagi.

Lingkaran berikutnya yang lebih luar ditempati oleh pembantu, suster, dokter, guru dan lain-lain. Tiap lingkaran menentukan siapa dan bagian mana saja yang boleh dipegang. Semakin luar, derajat keakraban dengan seseorang semakin berkurang dan bagian yang boleh dipegang juga semakin sedikit.

Tak cukup dengan gambar, Gayatri yang memiliki seorang putra dengan autis ini mengaku bahwa pembagian peran dengan suami amat diperlukan. Berkat strategi ini, putranya yang kini berusia 23 tahun sudah bisa mandiri dan berinteraksi layaknya kebanyakan orang pada umumnya.

"Begitu mencukur atau urusan lain di kamar mandi, itu bagian bapaknya. Tapi cara mendekati seorang perempuan, itu ibunya. Jadi saya bilang, kalau itu begini, sebaiknya begini. Tidak ada yang aneh, asal kita mau sabar," terang Gayatri.

Upaya Gayatri ini berbuah manis. Sempat bertahun-tahun meninggalkan Indonesia demi mendapat perawatan yang tepat bagi buah hati, kini Gayatri bisa banyak mencurahkan waktunya membesarkan yayasan MPATI yang ia pimpin untuk mengkampanyekan penanganan anak autis yang baik kepada sesama orang tua anak dengan autis.

Sumber : health.detik.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
READ MORE - Bingung Hadapi Anak dengan Autisme yang Sedang Puber? Ini Triknya

Bisa Dilatih & Mandiri, Anak dengan Down Syndrome Tak Perlu Disembunyikan

Senin

Karena memiliki kebutuhan khusus, terkadang anak down syndrome (ADS) 'disembunyikan' oleh orang tuanya. Alasan lain orang tua 'menyembunyikan' anaknya adalah karena khawatir masyarakat tidak bisa menerima sang anak.

"Anak Down Syndrome punya hak sosialisasi, jadi tidak perlu disembunyikan. Mereka punya kemampuan mampun didik dan mampu latih. Mampun didik maksudnya bisa dididik, memang tidak akan jadi profesor atau insyinyur tapi bisa baca tulis," terang Dini Prihatini, ibu dari ADS kepada detikHealth usai senam bersama keluarga ADS di Gelora BUng Karno, Senayan, Jakarta.

Sedangkan mampu latih artinya bisa dididik mandiri dan berprestasi melalui gerak seperti menari atau main drum. Bahkan jika telaten diterapi, ADS bisa berprestasi di bidang tertentu.

Menurut Dini, ADS merupakan anak spesial yang tahan diterapi terus menerus. ADS banyak belajar dari melihat dan anak dengan pikiran polos. Karena itu setelah cukup besar ADS cenderung menjadi anak yang manis.

"ADS biasanya waktu bayi jarang nangis, tapi mereka suka melet-melet karena lidahnya besar dan tebal, serta langit-langitnya tinggi. Saat sudah besar mereka kesulitan bicara dengan kondisi lidah dan langit-langitnya itu," terang ibu dari 3 putra ini.

Terkadang ada orang tua yang kehilangan kesabaran saat berbicara dengan ADS. Hal ini karena pengucapan ADS yang tidak terlalu jelas. Namun bagaimanapun ADS juga punya perasaan dan mereka tahu jika memiliki kondisi yang berbeda dengan anak lain. Karena itu rasa percaya dirinya harus ditumbuhkan. Caranya adalah dengan tidak menganggap mereka sangat spesial tapi berlaku sewajarnya.

Menurut Dini, butuh keikhlasan orang tua yang memiliki ADS. Karena dengan ihklas, orang tua akan melakukan yang terbaik dan tetap bangga pada anaknya.

"Jika anaknya dibawa sosialisasi, mereka akan lebih ceria," sambung Bendahara II Persatuan Orang Tua Anak Down Syndrome (Potads) ini.

Dia menyarankan agar ADS sesegera mungkin diterapi jika tidak membawa penyakit lain seperti jantung bocor atau gangguan organ lainnya. Terapi untuk ADS misalnya terapi wicara, okupasi terapi untuk motorik halus, dan censory integrity. Perlu dipahami juga jika ADS terkadang memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan gampang alergi.

Dini menjelaskan seorang laki-laki dengan ADS tidak bisa memiliki anak. Namun perempuan dengan ADS masih bisa hamil. Kondisi down syndrome akan terus dibawa sampai akhir hayat karena tidak ada yang bisa memperbaiki kelebihan kromosom yang menyebabkan seseorang memiliki down syndrome. Namun dengan terapi yang baik, para ADS bisa berprestasi. Sekali lagi, jangan jauhi anak dengan down syndrome.

Sumber : health.detik.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
READ MORE - Bisa Dilatih & Mandiri, Anak dengan Down Syndrome Tak Perlu Disembunyikan

(Training) Supermap Fast Learning Coach, 20-21 April 2013

Minggu

TRAINING for Excellent - Pelatihan menuju COACH sukses
 
Belajar sebagai Investasi untuk Seumur Hidup dalam meningkatkan Potensi dan Kemampuan Diri
 
Perkaya dan tingkatkan kemampuan anda dalam Belajar, Mengajar dan kemampuan Coaching terutama dengan metode Pembelajaran “Supermap Fast Learning” dengan mengikuti Pelatihan Supermap Fast Learning Coach (SFLC).
 
TRAINER :
Master Trainer dari Supermap, seorang Trainer lisensi Buzan dari UK, Praktisi Brain Gym dan Praktisi EFT, Susanto Edy P., BLI, yang secara khusus akan memandu pelatihan ini. Pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih dan memperkaya cara dan metode pengajaran/coach yang berbasis pada metode Supermap Fast Learning.

Supermap Fast Learning adalah metode belajar bagaimana belajar yang Efektif & Super “Learn How to Learn”, dengan pendekatan Bagaimana Cara Otak Belajar, Mengingat, MemoBrain,Teknik Berkonsentrasi, Berfikir Kreatif, Berfikir Super, Teknik Ujian, Aplikasi MemoMap, Mind Goal.
 
FOKUS KURIKULUM PEMBELAJARAN SFL
 
SUPERMAP FAST LEARNING:
  1. GOAL SETTING
  2. STUDY PLANNING
  3. BRAIN FITNESS
  4. TEKNIK MEMBACA, SUPER READING
  5. TEKNIK MERINGKAS MEMOMAP
  6. TEKNIK DAYA INGAT, SUPER MEMORY
  7. TEKNIK UJIAN LULUS TINGKAT ‘A’ dan RANGKING ‘3 BESAR’
  8. ACADEMICS SKILLS
  9. KONSENTRASI TINGGI: MEMOBRAIN
  10. TEKNIK PRESENTASI
  11. TEKNIK PROBLEM SOLVING
  12. TIME MANAGEMENT
  13. POTENSI & MULTIPLE INTELLIGENCE
  14. MOTIVASI
  15. LEADERSHIPS
 
Note: Materi SFLC, poin 1 s.d. 8, poin 9 s.d. 15 akan didapat di Supermap Fast Learning Trainer (SFLT)
 
Manfaat yang didapat setelah mengikuti SFL :
  • Bisa menerapkan atau coach dengan Metode Supermap Fast Learning.
  • Menjadi member SFL Fast Learning Club
  • Mendapatkan Modul Pelatihan.
  • Mendapatkan Sertifikat SFL
  • Berlaku diseluruh Indonesia
  • Mendapatkan discount khusus bila membeli/menjual produk/jasa dari Supermap
  • Bisa mengupdate materi atau content dari Fast Learning sesuai tingkatannya.

Note:
Peserta SFL adalah khusus memberikan materi SFL 'Supermap® Fast Learning'.
Materi Mind Map® hanya bisa diberikan oleh BLI (Buzan Licensed Instructor)
 
Siapa saja yang harus ikut :
  • Guru, tenaga Pendidik, Dosen dan Praktisi Pendidikan
  • Profesional, Trainer, Orang Tua - Umum
  • Mahasiswa yang ingin menjadi Coach

WAKTU & TEMPAT PELATIHAN:
Sabtu-Minggu, 20-21 April 2013
Pukul 09.00 - 16.00 WIB

Supermap Learning Center
Gedung MASTER Jl. Surya Kencana no. 10, Pamulang, Tangerang Selatan
(Samping Restoran Rumah Gentong Jati & Kantor Wali Kota Tangsel)
Biaya Investasi Rp. 2.500.000,-
(Termasuk Coffee Break, Lunch, Seminar Kit, dan Sertifikat).
***Diskon 1 juta khusus untuk orangtua (IRT), guru (TK/SD/SMP/SMA/bimbel) dan mahasiswa (D3/S1)
***Diskon 20% untuk pendaftaran s/d 11 Maret 2013
***Diskon 15% untuk pendaftaran 12 Maret s/d 31 Maret 2013
***Diskon 10% untuk pendaftaran 1 April s/d 14 April 2013

*) Ibu Rumah Tangga, Syarat dan ketentuan berlaku
*) Guru dan mahasiswa melampirkan bukti/surat keterangan
 
Diskon khusus untuk pendaftaran langsung 2 orang :
IRT, guru dan mahasiswa : Rp 2.500.000 / 2 orang
Umum : Rp 4.000.000 / 2 orang

Untuk informasi pendaftaran bisa menghubungi:
Telp : 021-74633665
Email : mindmapcenter@ymail.com


Untuk pendaftaran online, silahkan masuk ke link berikut :
http://supermap.asia/schedule/eventdetail/4/8/supermap-fast-learning-coach
READ MORE - (Training) Supermap Fast Learning Coach, 20-21 April 2013

Otak Anak Autis Bekerja dengan Cara Beda

Senin

Anak-anak penyandang autisme ternyata menggunakan otaknya dengan cara yang berbeda dengan orang lain. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa beberapa anak autis memiliki kemampuan menghapal dan mampu menggambar objek dengan sangat detail.

Menurut para peneliti dari Universitas Montreal, Kanada, pada penyandang autisme, area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama pada area yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan.

Hal tersebut menjelaskan mengapa beberapa penyandang autisme biasanya lebih unggul dalam hal tugas-tugas visual, misalnya menggambar sesuatu dengan sangat akurat dan detail. Akan tetapi, anak autis biasanya kesulitan menerjemahkan ekspresi wajah. Kondisi otak tersebut bervariasi tiap individu sehingga ada penderita autisme yang sama sekali tidak bisa mengambil peran dalam kehidupan sosial.

Para pakar autisme menyambut baik hasil riset ini. "Studi ini menekankan bahwa autisme seharusnya tidak dipandang sebagai kesulitan perilaku tapi berkaitan dengan keunggulan dalam satu skill tertentu," kata Dr.Christine Ecker dari Institute of Psychiatry di Kings College London.

Dengan memahami kekurangan dan kelemahan para penyandang autisme diharapkan dapat memberi pemahaman lebih baik untuk memaksimalkan potensi mereka.

Sumber : health.kompas.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
READ MORE - Otak Anak Autis Bekerja dengan Cara Beda

Mind Map selangkah Jadi JUARA!

Mind Map selangkah Jadi JUARA!
Mind Map, Memory, Speed Reading, Teknik Ujian, English Five Fingers
 
 
 

iMindMap

iMindMap Free

Sponsor

http://belanjabareng.com/ MAU BELANJA TONER MURAH DAN BERMUTU? DISIINI TEMPATNYA! BERGARANSI///