Guru Stres Akan Berdampak Pada Siswa

Selasa

Dalam sebuah studi, guru yang menunjukkan gejala depresi seperti nafsu makan menurun, tidur tidak nyenyak, menangis, dan merasa gagal, kemungkinan akan menghasilkan suasana kelas yang kurang berkualitas.

"Studi kami menunjukkan bahwa guru yang depresi bukan hanya masalah personal, tapi juga berpotensi dapat berpengaruh pada pengalaman belajar murid-muridnya," kata Leigh McLean, kandidat doktoral bidang psikologi di Arizona State University, seperti yang diberitakan LiveScience.

Sebanyak 27 guru dan 523 murid kelas tiga sekolah dasar di delapan sekolah di distrik Florida menjadi subjek penelitian. Para guru diminta mengisi kuesioner risiko depresi berdasarkan gejala yang mereka alami.

Peneliti juga memasang kamera di kelas untuk menilai kualitas lingkungan belajar. Tim observator sebelumnya tidak mengetahui gejala depresi yang mereka alami.

Salah satu temuan mereka adalah murid yang lemah dalam matematika cenderung lebih terpengaruh oleh guru yang stres dan kualitas lingkungan belajar yang kurang baik. Hal sebaliknya terjadi pada siswa yang lebih mahir matematika.

Sementara itu, gejala stres pada guru tidak berpengaruh pada kemampuan membaca murid-muridnya. Para peneliti berpendapat guru lebih percaya diri ketika mengajar membaca.

Guru rentan terpapar stres karena harus mengatasi masalah di ruang kelas hingga menangani orang tua yang sulit.

McLean menyarankan ada konseling untuk guru di sekolah, program mentoring yang fokus pada cara menangani stres akibat pekerjaan dan asuransi kesehatan yang mencakup kesehatan mental.

Meski sampel studi masih harus diperbesar, McLean berpendapat tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk mengembangkan intervensi dan program profesional untuk membantu guru mengatasi tekanan sehari-hari yang disebabkan pekerjaan.

Ia mencontohkan profesi tersebut berbeda dengan insinyur atau arsitek yang mungkin dapat istirahat sebentar saat stres berlebihan; guru sering tidak memiliki kesempatan ini.

"Mereka harus di kelas dan terus mengajar sambil menghadapi stres berat," kata McLean.

Sumber : antaranews.com


Supermap - Peta Sukses Kekuatan Mind Mapping
Pusat Pelatihan Pendidikan dan SDM Profesional
Mind Mapping - Super Memory - Speed Reading - Goal Setting
READ MORE - Guru Stres Akan Berdampak Pada Siswa

Waktu Kerja yang Paling Sehat untuk Setiap Usia

Rabu

Pergi sekolah lebih siang, ternyata bermanfaat bagi kesehatan, demikian menurut sebuah studi yang meneliti berapa lama seharusnya orang-orang bekerja menurut kelompok umur mereka masing-masing.

Bekerja tidak lebih dari 25 jam seminggu adalah yang terbaik buat mereka yang berusia 40 tahun lebih. Tapi, apakah jadwal baru ini adalah yang tersehat bagi otak dan tubuh Anda.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa kita memiliki jam biologis internal yang mengatur aktivitas fisik, mental dan perilaku sesuai siklus 24 jam, yang disebut ritme sirkadian. Ritme sirkadian dapat perlahan-lahan berubah sejalan dengan usia kita.

Jadi, Anda cenderung membutuhkan berbagai jadwal dan panjang waktu kerja sepanjang hidup, mulai dari remaja hingga di atas 40 tahun. Inilah jadwal kerja terbaik untuk masing-masing tingkatan usia:


Remaja dan dewasa muda: Lebih lambat mungkin lebih baik
Meskipun secara hukum, usia 18 sudah dianggap dewasa namun sebenarnya otak Anda masih masuk kategori remaja sampai umur Anda ada di akhir 20-an, kata Dr Jess Shatkin, seorang psikiater di Child Study Center di NYU Langone Medical Center.

“Remaja cenderung memiliki keinginan untuk berlambat-lambat tidur dan berlambat-lambat bangun. Itulah yang terjadi pada kebanyakan orang sampai usia mereka mencapai 26 tahun," kata Shatkin.

Hal ini sebagian disebabkan oleh hormon melatonin, hormon yang terkait dengan jam biologis yang memengaruhi ketika Anda mulai merasa mengantuk di akhir hari.

Otak remaja mulai melepaskan melatonin lebih lambat dibanding orang dewasa, yaitu sekitar pukul 10 malam. Shatkin menambahkan bahwa jumlah melatonin yang kita produksi turun sekitar 50% setelah kita melewati usia pubertas.

Jadi, seperti apa jadwal ideal bagi remaja untuk sekolah dan bekerja? "Sulit untuk mengatakan apa yang disebut sebagai ideal karena setiap orang berbeda-beda," kata Shatkin.

"Tapi, menurut saya, sebaiknya remaja tidak harus memulai sekolah (atau bekerja) sebelum pukul sembilan pagi dan idealnya aktivitas dimulai pada pukul 10 pagi."


Pertengahan 20 sampai 30-an
Bagi sebagian besar orang dewasa di usia 30-40-an, beberapa studi menunjukkan bahwa jadwal kerja yang ideal harus mencerminkan preferensi individu, apakah Anda tipe bangun pagi atau jenis malam seperti burung hantu. Penelitian juga menunjukkan bahwa preferensi ini terkait dengan gen Anda.

Tapi, baik Anda adalah tipe bangun pagi atau tipe burung hantu, banyak penelitian secara konsisten menunjukkan, bahwa jadwal kerja yang tidak teratur, termasuk bekerja shift malam dapat memicu dampak negatif pada kesehatan Anda.

Dengan kata lain, orang dewasa yang memiliki diabetes tipe-2, obesitas atau penyakit jantung, sebaiknya bekerja mengikuti jadwal pukul 9 pagi - 5 sore.


Usia 40 tahun ke atas: 25 jam seminggu
Penelitian yang dipublikasikan di Melbourne Institute Working Paper Series pada bulan Februari menunjukkan, bahwa tiga hari kerja dalam seminggu bisa menjadi yang terbaik untuk orang dewasa berusia 40 tahun ke atas.

Bekerja lebih atau kurang dari sekitar 25 jam perminggu bisa memiliki dampak negatif pada fungsi kognitif, kata Shinya Kajitani, associate profesor di Meisei University di Jepang.

Sumber : health.kompas.com

Supermap - Peta Sukses Kekuatan Mind Mapping
Pusat Pelatihan Pendidikan dan SDM Profesional
Mind Mapping - Super Memory - Speed Reading - Goal Setting
READ MORE - Waktu Kerja yang Paling Sehat untuk Setiap Usia

Mind Map selangkah Jadi JUARA!

Mind Map selangkah Jadi JUARA!
Mind Map, Memory, Speed Reading, Teknik Ujian, English Five Fingers
 
 
 

iMindMap

iMindMap Free

Sponsor

http://belanjabareng.com/ MAU BELANJA TONER MURAH DAN BERMUTU? DISIINI TEMPATNYA! BERGARANSI///