Apa Kata Teman-teman SD Pengaruhi Kepribadian Seseorang Saat Dewasa

Rabu

Jika ingin mengenal seseorang maka kenalilah dulu teman-temannya. Ternyata ungkapan ini bukanlah isapan jempol belaka. Nyatanya sebuah studi baru menemukan bahwa persepsi teman-teman, terutama dari masa kecil atau sekolah dasar dapat memprediksi kesuksesan seseorang di masa depan.

Peneliti Lisa Serbin dari Concordia University dan Alexa Martin-Storey dari University of Texas yang sama-sama menjadi anggota Centre for Research in Human Development, Concordia University pun mengungkapkan bahwa evaluasi teman SD ini dapat memprediksi keberhasilan seseorang di masa depan, bahkan hasilnya jauh lebih akurat daripada evaluasi mandiri partisipan tentang karakteristiknya di masa kecil.

"Studi yang dikenal dengan nama Concordia Longitudinal Risk Project ini telah dimulai sejak tahun 1976 oleh rekan-rekan saya di Departemen Psikologi yaitu Alex Schwartzman dan Jane Ledingham. Selama dua tahun, para siswa kelas 1, 4 dan 7 di Montreal diminta mengevaluasi teman-teman sekelasnya, termasuk memberikan penilaian tentang tingkat agresi, tingkat kesukaan (likability) dan tingkat penarikan sosial pada satu sama lain. Para siswa ini juga melakukan evaluasi mandiri," terang Serbin.

Selama 20 tahun, anak-anak ini dipantau secara ketat oleh peneliti untuk mengetahui perkembangan karakteristik mereka hingga memasuki usia dewasa. Survei lanjutannya pun digelar antara tahun 1999-2003 dengan melibatkan sekitar 700 partisipan dari studi pertama.

Survei ini bermaksud menggali karakteristik partisipan di saat dewasa seperti neuroticism (kecenderungan untuk menunjukkan emosi negatif seperti cemas, rasa bersalah, marah dan depresi), extroversion (kepribadian yang suka bergaul dan ramah), keterbukaan, agreeableness (kepribadian yang sopan dan hormat, punya toleransi dan bisa bekerjasama) dan conscientiousness (kepribadian yang dapat diandalkan, dapat melakukan organisasi dan bersikap hati-hati).

"Dari situ kami mampu membandingkan persepsi teman dengan persepsi partisipan sendiri tentang perilaku masa kanak-kanaknya sebagai faktor pembentuk karakteristiknya saat dewasa," ungkap Martin-Storey seperti dilansir dari health24.

"Kami juga menemukan bahwa evaluasi dari sekelompok teman jauh lebih berkaitan dengan karakter partisipan saat dewasa dibandingkan persepsi partisipan sendiri terhadap karakteristik masa kecilnya. Hal ini terasa masuk akal karena perilaku agresivitas dan tingkat kesukaan (likability) seorang anak ditentukan oleh banyak sedikitnya teman yang mengelilinginya sepanjang hari sehingga keduanya dianggap sangatlah relevan, terutama di lingkungan sekolah," tambahnya.

Misalnya, seorang anak yang menganggap dirinya cenderung menarik diri dari pergaulan menunjukkan kurangnya karakter conscientiousness saat dewasa. Di sisi lain, seorang anak yang dikatakan teman-temannya menarik diri dari pergaulan tumbuh menjadi orang dewasa yang extroversion-nya lebih rendah. Tapi justru fakta kedua menunjukkan kaitan yang lebih akurat.

Partisipan yang banyak disukai teman-teman sekelasnya saat SD dan dianggap lebih menyenangkan juga diprediksi memiliki tingkat agreeableness dan conscientiousness yang lebih tinggi serta tingkat neuroticism yang lebih rendah daripada partisipan yang menganggap dirinya menyenangkan saat kecil.

"Pasalnya karakteristik orang dewasa dikaitkan dengan banyak faktor kehidupan yang penting seperti kesehatan fisik, kesehatan mental dan kepuasaan terhadap pekerjaan," terang Serbin.

Menurut Serbin, studi ini juga dapat dipergunakan untuk membantu anak-anak dan orangtua dalam mengembangkan mekanisme efektif untuk mengenali perilaku agresif atau penarikan diri dari lingkungan sosial pada anak agar nantinya dapat mendorong atau membentuk perilaku yang lebih pro-sosial.

Sumber : health.detik.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Apa Kata Teman-teman SD Pengaruhi Kepribadian Seseorang Saat Dewasa

1.000 Hari Pertumbuhan Yang Menentukan

Senin

Kini saatnya kaum Ibu, dan juga Bapak, meningkatkan kesadaran dan wawasan bahwa kelahiran anak bukan awal perhatian yang harus diberikan. Hal itu jauh sebelumnya, ketika sepasang suami-istri menyiapkan diri untuk kehadiran sang anak dan menyadari awal kehamilannya.

Awal kehamilan merupakan titik nol perhatian terhadap anak, terutama dalam menjaga keterjaminan asupan gizi yang baik secara optimal, hingga setidaknya 1000 hari berikutnya (lihat gambar atau ilustrasi). Pada dasarnya, di 1000 hari awal kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung secara cepat.

Saat masih dalam kandungan misalnya, janin bertumbuh dengan cepat hingga mencapai berat badan 2,5-4,0 kg hingga menjelang dilahirkan. Pada masa itu, dasar-dasar perkembangannya pun sudah terbentuk. Cetak biru otaknya misalnya, sudah terbentuk pada 3 bulan pertama usia kehamilan.

Mengapa 1000 Hari?
Rentang 1000 hari awal kehidupan yang harus menjadi perhatian ini bukan tanpa alasan. Selama ini dipahami bahwa pertumbuhan anak yang berlangsung secara cepat terjadi pada masa-masa awal, yaitu tahun pertama dan kedua usia anak. Namun, dalam kasus-kasus kekurangan gizi, justru fakta menunjukkan bahwa penurunan status gizi terjadi pada periode ini.

Hasil penelitian Shrimpton dkk. (Jurnal Pediatrics, Mei 2001) yang berjudul Worldwide Timing of Growth Faltering: Implications for Nutritional Interventions menunjukkan bahwa status gizi seorang anak berdasarkan indeks berat badan menurut umur (BB/U) cenderung menurun pada saat ia memasuki usia 3 bulan.

Penurunan status gizi yang sangat tajam terjadi hingga ia berusia 12 bulan dan mulai melambat pada usia 18-19 bulan. Hanya saja, kekurangan gizi ini masih akan terus berlanjut hingga anak usia 5 tahun.

Sementara, kalau dilihat berdasarkan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), penurunan status gizi dimulai sekitar usia 3 bulan hingga 15 bulan. Karenanya, jika intervensi peningkatan asupan gizi dilakukan setelah anak berusia 2 tahun, maka intervensi tersebut sangat tidak efektif. Mengapa? Karena kondisi anak sebenarnya mulai memburuk jauh sebelum anak berusia 2 tahun dan itu proses yang tidak dapat diulang (irreversible).

Namun, tidak berarti anak usia 2 tahun ke atas tidak membutuhkan perhatian lagi, melainkan skala prioritasnya telah terlewati. Sekali periode ini terlewati, maka tak dapat diulangi lagi. Para ahli menyatakan periode usia anak di bawah 2 tahun dikenal sebagai “periode emas” atau Window of Opportunity. Dengan begitu, kalau ingin medapatkan generasi yang sehat dan kuat, maka skala prioritas 1000 hari pertumbuhan dimulai saat anak masih dalam kandungan hingga usia 2 tahun.

Kekurangan gizi pada awal kehidupan anak akan berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Anak yang kurang gizi akan tumbuh lebih pendek (berat lahir rendah) dan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif (perkembangan kecerdasan anak sejalan dengan perkembangan usianya), dan kemungkinan keberhasilan pendidikan, serta menurunkan produktivitas pada usia dewasa.

Selain itu, gizi kurang/buruk merupakan penyebab dasar kematian bayi dan anak.
Karenanya, yang harus disadari secara sungguh-sungguh adalah jika terjadi kegagalan pertumbuhan (growth faltering) pada periode emas ini, hal itu tidak saja berdampak terhadap pertumbuhan fisik anak, melainkan juga perkembangan kognitif dan kecerdasan lainnya.

Meski gangguan pertumbuhan fisik anak masih dapat diperbaiki di kemudian hari dengan peningkatan asupan gizi yang baik misalnya, namun tidak dengan perkembangan kecerdasannya.

Fakta-fakta ilmiah menunjukkan bahwa kekurangan gizi yang dialami ibu hamil yang kemudian berlanjut hingga anak berusia 2 tahun akan mengakibatkan penurunan tingkat kecerdasan anak.

Sayangnya, periode emas inilah yang seringkali kurang menjadi perhatian keluarga, baik karena kurangnya pengetahuan maupun luputnya skala prioritas yang harus dipenuhi.

Untuk mendorong kesadaran dan wawasan masyarakat terkait strategisnya “periode emas” ini, dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional 2012, pemerintah memilih tema “1000  hari  pertama  kehidupan  anak  menuju  Indonesia Prima”. Ini karena periode 1000 hari awal kehidupan anak merupakan masa kritis untuk investasi gizi ke masa depan.

Terutama dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Masa awal ini sangat singkat, sehingga peluang bagi perbaikan gizi, dan pada akhirnya pengembangan SDM, tidak boleh dilewatkan.

Memutus rantai kemiskinan
Pemenuhan gizi yang optimal selama masa 1000 hari pertumbuhan, selain memberi kesempatan bagi anak untuk hidup lebih lama, lebih sehat, lebih produktif, dan berisiko lebih rendah dari menderita penyakit degeneratif di usia dewasa, juga berperan positif dalam memutus rantai kemiskinan. Hal ini dimungkinkan dengan dilakukannya upaya intervensi perbaikan gizi ibu hamil, bayi, dan balita, sehingga melahirkan anak yang sehat. Anak yang sehat hanya mungkin dilahirkan dari seorang Ibu yang sehat, yang menjaga kehamilannya dengan asupan gizi yang cukup (gizi mikro & protein).

Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi kronik sejak masa awal kehamilannya misalnya, tentu akan berisiko melahirkan anak yang kurang sehat, atau berat badan bayi lahir rendah, yakni kurang dari 2,5 kilogram. Normalnya, berat bayi baru lahir minimal 2.500 gram. Jika asupan gizi bayi yang dibutuhkan tak terpenuhi, karena orangtuanya miskin, maka sangat mungkin anak akan menderita gizi buruk.

Jika kondisi ini memungkinkan anak dapat bertahan hidup, pertumbuhannya akan mengalami hambatan, termasuk perkembangan otaknya. Ditambah lagi, karena daya tahan tubuhnya lemah, anak akan sering sakit-sakitan. Kondisi ini tidak memungkinkannya menjadi anak yang sehat dan produktif, kompetitif dan siap bersaing, bahkan hingga ia dewasa. Bila kondisi ini terulang kembali pada si anak ketika telah dewasa, maka akan muncul keluarga baru miskin generasi kedua dari keluarga yang miskin dan kurang gizi.

Mereka pun akan mengalami kesulitan yang lebih kurang sama untuk menjadikan anak-anak mereka sehat dan produktif. Kondisi ini jelas menghilangkan kesempatan untuk memperbaiki generasi (lost generation) dan kemiskinan seolah diwariskan ke generasi berikutnya.

Sementara, fakta-fakta ilmiah sudah sangat jelas menyatakan bahwa kelalaian atau kelengahan memperbaiki gizi pada awal kehidupan, yakni pemenuhan asupan gizi (makro dan mikro) secara seimbang, yang diperoleh dari menyusui (ASI) eksklusif sampai 6 bulan, dan diteruskan dengan ASI dan makanan pendamping (MP-ASI), akan menentukan masa depan anak di kemudian hari.

Pertumbuhan bayi yang sehat akan menjadikannya anak yang sehat dan produktif, dan terus berkembang menjadi orang dewasa yang mampu membangun keluarga yang juga sehat dan produktif.

Jika ini terjadi, rantai kemiskinan berhasil diputus, dan berharap keluarga yang sehat akan tumbuh.

Sumber : antaranews.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - 1.000 Hari Pertumbuhan Yang Menentukan

Stop Mengendalikan Orang Lain

Jumat

Sikap Anda yang selalu ingin mengendalikan keadaan juga orang lain di sekitar Anda, termasuk orang-orang terdekat akan membuat orang tak nyaman berdekatan dengan Anda. Tak heran jika banyak orang kemudian mulai menjauh, dan hubungan pun tak lagi berjalan mulus.

Sikap seperti ini bisa saja tak Anda sadari, namun Anda bisa mengenalinya ketika satu per satu teman, kolega, bahkan pasangan mulai menarik diri. Ciri sederhananya, Anda lebih suka mengerjakan berbagai hal seorang diri, lebih percaya pada diri sendiri dan Anda beranggapan akan berisiko nantinya jika Anda memercayakan orang lain untuk melakukan suatu pekerjaan.

"Kita ingin hidup kita semuanya serba terkendali, tapi masalah muncul ketika kita selalu mengontrol orang lain. Tidak ada satu pun orang yang suka dikontrol oleh orang lain terus menerus," jelas terapis dan relationship coach, Dr Margaret Paul.
Untuk mengatasi perilaku tak menyenangkan ini, cobalah untuk mulai menyadari apa sebenarnya niat Anda melakukannya. Kenali apa sebenarnya yang membuat Anda cenderung selalu mengontrol keadaan dan mengendalikan orang lain. Bisa jadi, sebenarnya ada perasaan tertentu yang sedang Anda hindari dan Anda melampiaskannya dengan bersikap dominan terhadap orang lain.

Menurut Dr Paul, sebaiknya mulailah mengatasi perasaan Anda tersebut sehingga akan mengurangi sikap menguasai orang lain. Hal lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sikap dominan adalah mulailah menumbuhkan perasaan penuh cinta dan kasih sayang, kenali diri Anda sepenuhnya dan miliki penghargaan atas diri Anda, dan berbagilah kepada orang lain dengan rasa peduli dan kasih sayang.

Ketika Anda mengenal diri sendiri seutuhnya, dan mampu mengatasi perasaan yang muncul tanpa melampiaskannya dengan bersikap dominan terhadap orang lain, Anda pun tampil sebagai pribadi yang lebih menyenangkan.

"Semua hubungan pun akan membaik ketika Anda tak lagi bersikap dominan karena lebih menunjukkan sikap peduli terhadap orang lain," tandasnya.

Sumber : female.kompas.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Stop Mengendalikan Orang Lain

Hilangkan Rasa Panik di Kantor dengan Cara Ini

Rabu

Bagi Anda yang kerap memiliki rasa cemas atau panik luar biasa terhadap sesuatu, sebaiknya jangan berkecil hati. Mungkin perasaan tersebut muncul karena sebuah tekanan dari pekerjaan yang sedang Anda lakukan. Lantas bagaimana mengatasi perasaan tersebut saat melanda pada diri Anda. Berikut beberapa tip untuk mengatasinya, seperti yang dilansir dari Wikihow.
 
Pergilah ke kamar mandi

Bagaimanapun juga Anda perlu menyadari kalau rasa cemas atau panik tentu bisa memperburuk keadaan Anda. Ada baiknya, Anda pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka Anda dan berdiam diri sejenak. Paling, orang-orang tidak akan memperhatikan mengapa Anda dilanda perasaan panik luar biasa.

Segera hubungi teman Anda

Menghubungi seseorang yang mengerti kondisi Anda tentu adalah salah satu cara yang baik untuk meredam rasa panik. Ceritakan padanya apa yang terjadi dan tentunya teman dekat Anda pun akan memberikan saran yang terbaik untuk dilakukan.
 
Hiruplah udara segar

Anda bisa keluar dari ruangan atau kantor sejenak untuk menghirup udara segar. Hal ini akan membuat Anda jauh lebih tenang.
 
Minta bantuan orang terdekat

Cobalah untuk meminta bantuan keluarga ataupun kawan yang mengerti dan mau membantu Anda untuk melewati kecemasan atau kepanikan yang sedang melanda. Pasalnya perasaan tersebut juga terkadang dianggap sebagai suatu kondisi penyakit. Sehingga butuh perhatian yang lebih untuk mengatasinya.

Sumber : okezone.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Hilangkan Rasa Panik di Kantor dengan Cara Ini

Meski Nganggur, Anda Kudu Tetap Aktif

Senin

Setelah lulus kuliah, tekanan untuk segera memperoleh pekerjaan begitu tinggi. Begitu pula dengan orang yang baru saja dipecat dari pekerjaannya. Padahal sebuah studi baru dari Yale University mengungkapkan bahwa pengangguran itu 11 persen lebih stres dan dua kali lebih depresi dibandingkan orang yang memiliki pekerjaan.

Selain itu, pengangguran juga 20 persen lebih cenderung makan makanan yang tak sehat, lebih malas berolahraga dan dua kali lebih banyak merokok. Terlihat jelas menganggur merupakan resep ampuh untuk membuat Anda depresi dan memiliki kondisi kesehatan yang buruk, kata peneliti Lisa Rosenthal, Ph.D., seorang psikolog kesehatan dari Yale.

Lalu apa yang harus dilakukan di waktu senggang? Ikuti paparan dari pakar pencari kerja dan penulis Ford Myers agar para pengangguran tetap aktif dan bahagia saat mencari pekerjaan seperti halnya dilansir dari menshealth, di bawah ini.

1. Rutin berolahraga di pagi atau sore hari
Kapanpun itu, usahakan agar Anda berolahraga secara rutin. Kehilangan pekerjaan sudah cukup membuat Anda syok dan tidur seharian hanya akan membuat kondisi Anda semakin buruk, kata Myers.

Jika sebelumnya Anda sempat jogging atau lari pagi sebelum berangkat bekerja, maka pertahankan kebiasaan itu. Pasalnya, jadwal yang serampangan akibat tak punya pekerjaan tetap itu akan mengubah kebiasaan Anda di masa lalu dan membuat Anda kesulitan untuk mengubah kebiasaan lagi jika nantinya Anda memperoleh pekerjaan baru, terang Myers.

2. Pakailah setelan kemeja ke taman
Jika Anda menghabiskan waktu seharian hanya dengan mengenakan celana yang biasa Anda kenakan di rumah, tentu saja lama-lama Anda akan mudah merasa depresi, ungkap Myers. Pakailah setelan celana panjang dan kemeja lalu pergilah ke kantin atau kedai kopi terdekat sembari membeli koran atau mengecek internet untuk mencari pekerjaan. Tempatnya tak harus spesifik, yang penting Anda tidak berada di rumah saja, katanya.

Lebih baik lagi jika Anda pergi ke taman terdekat. Menurut studi terbaru yang ditampilkan dalam jurnal Landscape and Urban Planning, pengangguran yang tinggal dekat dengan pepohonan atau taman takkan lebih stres daripada yang tinggal di daerah yang jauh dari taman.

Alasannya, berada di lingkungan yang masih natural akan menyebabkan perubahan kadar homon yang dapat mengurangi gejala fisik dari stres, termasuk tekanan darah, detak jantung, ketegangan otot hingga aktivitas saraf, ungkap peneliti.

3. Blokir situs-situs pencari kerja online
Dengan banyaknya waktu luang yang Anda miliki, biasanya Anda akan mengirimkan lamaran pekerjaan ke setiap perusahaan yang Anda temukan di situs pencari kerja online. Tapi nyatanya itu adalah upaya yang sia-sia, kata Myers.

Faktanya, seorang pakar pencari kerja mengatakan selama 20 tahun berkarir, ia lebih percaya pada orang yang hanya mengirimkan aplikasi untuk satu pekerjaan yang ia temukan di internet.

Ia pun menyarankan agar saat mencari pekerjaan baru, lebih baik Anda hanya menghabiskan waktu selama 30 menit dalam sehari. Sisanya gunakan waktu Anda untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

4. Menambah jaringan
Bergabunglah dengan perkumpulan alumni setempat dan hadiri setiap acara yang digelar oleh perkumpulan itu; datangi konferensi atau seminar yang berkaitan dengan profesi Anda; kalau perlu aturlah waktu untuk makan siang dengan rekan kerja lama Anda atau kontak teman-teman lain yang mungkin bisa membantu memberikan info pekerjaan.

Ragu-ragu untuk menghabiskan uang tunjangan Anda untuk menghadiri acara-acara itu? Anggap saja setiap uang yang Anda keluarkan adalah investasi untuk masa depan Anda. Yang tak kalah penting, ketika Anda bertemu dengan kenalan yang potensial, tersenyumlah setulus mungkin. Tunjukkan antusiasme dan sikap optimis pada setiap orang yang Anda temui secara langsung.

5. Ubah penampilan
Mumpung sedang senggang, mengubah penampilan bisa jadi ikut mengubah karir Anda. "Pikirkan tentang segala perubahan personal yang Anda inginkan tapi tak bisa Anda lakukan saat Anda masih bekerja," tandas Myers.

Kalau perlu belilah kacamata baru atau ganti gaya rambut Anda. "Anda akan merasa seperti kembali muda lagi dan itu akan mendorong kepercayaan diri Anda," tambahnya.

Bahkan menurut sebuah studi yang ditampilkan dalam American Economic Review, penampilan baru itu akan memberi Anda poin plus sebesar 5 persen di hadapan perusahaan tempat Anda melamar pekerjaan. Hanya dengan berpenampilan lebih atraktif, hal itu akan memberi Anda keuntungan lebih banyak daripada pelamar kerja lainnya.

Sumber : health.detik.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Meski Nganggur, Anda Kudu Tetap Aktif

Lima Jurusan untuk Si Pemalu

Rabu

Banyak kegiatan yang bisa Anda pilih usai lulus dari sekolah menengah atas (SMA). Anda bisa langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.  Bagi yang memilih kuliah, pasti ada kebimbangan jurusan mana yang akan diambil. Terlebih lagi, jika Anda adalah seorang pemalu yang tidak berani berbicara di depan orang banyak, serta tidak berbakat untuk membujuk seseorang ikut dalam program Anda.

Dan, sifat-sifat atau keadaan tersebut bisa-bisa mempengaruhi nilai kuliah Anda, menjadi buruk. Seorang psikolog lulusan Universitas California, Dr Suzanne Anthony, menyatakan rasa malu adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan rasa cemas dan bisa membuat seorang mahasiswa sulit untuk mencerna pelajaran ataupun mendapat nilai baik.

"Memilih program studi yang tidak sesuai dengan karakter Anda dapat menghambat kinerja dan mengakibatkan stres di kampus. Menurutku, seseorang baru dapat melakukan suatu pekerjaan dengan baik jika orang tersebut merasa nyaman dan tidak diliputi rasa cemas," ujar Anthony seperti dilansir Yahoo.

Untuk itu, Anthony memberikan lima rekomendasi program studi yang sesuai bagi seorang pemalu, tidak suka bersosialisasi, dan merayu seseorang. Berikut penjelasannya:

1. Paralegal
Paralegal adalah program studi atau jurusan di bidang hukum yang menangani klien dari seorang pengacara. Profesi paralegal sendiri bukanlah pengacara bukan juga petugas pengadilan, oleh pemerintah sendiri paralegal tidak diizinkan untuk berpraktik hukum.

Aslinya paralegal adalah pembantu pengacara yang berpraktik dan melayani klien dalam masalah hukum. Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, para ahli hukum mengakui para legal adalah profesi yang berada langsung di bawah supervisi pengacara.

Namun di Inggris Raya, paralegal tidak disebut bawahan pengacara, melainkan hanya mengerjakan pekerjaan legal. Meski demikian tidak ada definisi yang konsisten mengenai paralegal seperti: peranan dan pekerjaan, status, syarat dan kondisi kerja, training, peraturan peraturan atau apa pun sehingga setiap yuridiksi harus memandang secara individual.

Paralegal adalah jurusan yang tepat bagi Anda yang tidak suka bekerja di luar ruma (outdoor). Studi ini sangat cocok bagi Anda yang suka menyendiri di perpustakaan.

Menurut persatuan perguruan tinggi AS--Dewan College, studi paralegal akan mempelajari kajian-kajian mengenai perpustakaan hukum, termasuk jurnal hukum, ringkasan kasus, dan dokumen pemerintah.

"Banyak aspek dari jurusan paralegal seperti penelitian, menulis, analisis hukum yang cocok bagi orang pemalu yang sulit untu berinteraksi dengan orang lain," ujar Anthony.

2. Akuntansi
Jurusan akuntasi juga dapat menjadi pilihan bagi si pemalu. Ini lantaran pekerjaan akuntan adalah pekerjaan yang tidak memerlukan banyak bicara ke orang. Pekerjaan ini lebih ke pekerjaan individu, seperti memeriksa buku keuangan, pajak, hukum bisnis dan audit data keuangan. "Saat Anda menekuni studi akuntansi, Anda akan disibukkan banyak tugas mengenai data dan aturan keuangan," tutur Anthony.

3. Teknologi Informasi Kesehatan
Jika Anda adalah seorang yang tertarik dalam bidang kesehatan, namun tidak suka berinteraksi dengan pasien, program studi ini bisa menjadi pilihan. Ini lantaran pekerjaan teknologi informasi kesehatan tidak membutuhkan banyak interaksi dengan manusia. Dalam studi ini, Anda akan mempelajari istilah-istilah dan menganalisis data keuangan.

4. Jaringan dan Sistem Administrasi Internet
Program studi ini mempelajari sistem dan keamanan jaringan internet yang mencakup teknologi perangkat keras (hardware), sistem informasi, keamanan jaringan, dan manajemen database.

"Orang-orang pemalu mungkin akan merasa sangat nyaman dengan jurusan ini, karena sebagian besar pekerjaan dikerjakan dibalik layar," kata Anthony.

5. Desain Grafis
Apakah Anda adalah seorang yang suka berfikir secara logika, imajinatif, dan bekerja di depan komputer? Jika ya, maka desain grafis adalah jurusan yang cocok untuk Anda.

Menurut Dewan College, dalam studi desain grafis, Anda akan mempelajari program-program komputer terbaru, seperti desain, tipografi, dan photoshop.

"Dalam benak saya, desain grafis adalah pekerjaan mandiri. Sebagian besar Anda akan menghabiskan waktu sendiri untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Jurusan ini sangat tepat bagi Anda seorang yang kreatif dan pemalu," tambah Anthony.

Sumber : liputan6.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Lima Jurusan untuk Si Pemalu

Belajar Musik Saat Kecil, Bermanfaat Bagi Otak Saat Dewasa

Senin

Penelitian baru menunjukkan bahwa mengikuti pelajaran seni musik selama beberapa tahun pada masa kecil, mampu memperbaiki cara otak memproses suara pada saat dewasa. Hal ini mampu memicu keterampilan orang dewasa menjadi lebih baik dalam hal mendengarkan dan mempelajari sesuatu.

Read MoreSebagaimana hasil penelitian di Northwestern University, yang diterbitkan pada Rabu waktu setempat di jurnal "Neuroscience", penelitian ini berfokus pada apa yang terjadi setelah seseorang tidak lagi berlatih seni musik, setelah mengikuti kelas musik selama beberapa tahun di masa anak-anak.

Penelitian ini berdasarkan pada penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa orang dewasa yang pernah mengikuti kelas seni musik di masa kecil, memiliki kinerja yang lebih baik, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah belajar musik.

Hal ini terbukti setelah mereka menjalani beberapa tes kognitif. sebagaimana dilansir dari LiveScience. Sebanyak 45 orang dewasa muda berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian, yang terbagi dalam tiga kelompok.

Kelompok tersebut adalah responden yang tidak pernah belajar seni musik, responden yang pernah mempelajari seni musik selama satu sampai lima tahun, dan responden yang pernah mempelajari seni musik selama enam sampai 11 tahun.

Kedua kelompok responden tersebut, pernah mengikuti kelas musik sejak berusia 9 tahun. Para ilmuwan mengukur sinyal-sinyal listrik pada batang otak sistem pendengaran responden, saat mereka mendengar jenis suara yang berbeda.

Pada kedua kelompok yang pernah mengikuti kelas musik, respons mereka terhadap suara yang lebih rumit meningkat dibandingkan dengan responden yang tidak pernah mengikuti kelas musik.

"Berdasarkan apa yang kita ketahui mengenai tata cara musik dalam mengembangkan otak, penelitian ini menunjukkan bahwa mempelajari musik dalam jangka pendek, dapat meningkatkan keterampilan mendengar dan belajar, selama seumur hidup," ujar direktur Northwestern Auditory Neuroscience Laboratory, Nina Kraus, pada pernyataannya.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap para musisi, menunjukkan bahwa respon mereka terhadap sistem saraf pendengaran dan kemampuan berkomunikasi meningkat saat mendengar suara.

Sumber : antaranews.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Belajar Musik Saat Kecil, Bermanfaat Bagi Otak Saat Dewasa

Kenali Dampak Emosional Pekerjaan Anda

Jumat

Ukuran tentang banyaknya pekerjaan yang harus ditangani sangatlah relatif. Ada yang bisa bekerja lebih dari delapan jam, ada juga yang tidak. Lalu, bagaimana mencari tahu apakah Anda kelebihan pekerjaan atau terlalu semangat bekerja?

Anda mungkin pernah melihat rekankerja Anda yang seperti mesin pekerja. Dia bisa menangani banyak tugas, banyak proyek, kerja dari pagi hingga malam, dan tak terlihat sedikit pun tanda kelelahan pada wajahnya. Di sisi lain, mungkin Anda juga pernah melihat rekan kerja lainnya yang hampir selalu mengeluh tentang pekerjaan, padahal Anda menganggap bahwa tugasnya di kantor tergolong ringan.

Pertanyaannya, mengapa setiap orang punya respons yang berbeda terhadap pekerjaannya, pekerjaan yang mungkin sama pada setiap orang? Jawabnya, karena setiap orang mempunyai tingkat toleransi yang berbeda-beda. Misalnya, pekerjaan yang menumpuk, bisa berarti dua hal bagi dua orang yang berbeda, yaitu pekerjaan yang penuh tantangan atau pekerjaan yang penuh dengan stres.

Meski tingkat stres setiap orang berbeda-beda, tetap saja ada ukuran yang bisa membedakan apakah seseorang berada dalam masa menikmati tantangan pekerjaan yang besar atau sudah masuk dalam level stres yang tak nyaman. Jika pekerjaan Anda sudah mulai berdampak pada kesehatan emosi Anda, besar kemungkinan Anda memang merasa kelebihan pekerjaan dan stres.

Jika Anda mulai merasa ritme kerja Anda semakin cepat dan Anda merasa tak mampu untuk menyelesaikannya, di situlah saat Anda mulai ”ditenggelamkan” pekerjaan Anda.

”Jika Anda merasa lelah secara fisik dan emosi, itu artinya ada perbedaan yang tajam antara pekerjaan yang Anda harapkan dan pekerjaan yang Anda kerjakan,” ujar Louis Barajas, penulis Overworked, Overwhelmed, Underpaid seperti dikutip dari careerbuilder.com.


Lebih lanjut Barajas mengatakan bahwa kelelahan fisik dan emosi itu bisa juga terjadi karena Anda bekerja melebihi jam kerja yang seharusnya.
Saat Anda memaksakan diri bekerja melebihi waktu standar, maka tubuh dan pikiran akan memberikan alarm tanda stres dan kelebihan pekerjaan. Selain itu, hal lainnya seperti hubungan kerja dan kehidupan pribadi, juga bisa turut berkontribusi terhadap stres tersebut.

”Jika Anda mulai susah tidur atau mulai merespons berlebihan terhadap hal-hal kecil yang berkaitan dengan hubungan Anda dengan orang-orang terdekat Anda, maka sudah saatnya Anda mencari solusi tentang stres tersebut,” kata Barajas.

Di sisi lain, tak semua orang mengalami stres karena bekerja melebihi jam kerjanya. Jika Anda salah satu orang yang menikmati pekerjaan yang Anda lakukan dan menganggapnya sebagai hal yang pantas dilakukan dan berkontribusi terhadap lingkungan atau perusahaan Anda, maka jam kerja yang melewati batas bukanlah pemicu stres Anda. Dengan kata lain, mereka yang menemukan kepuasan dalam pekerjaannya, cenderung akan bebas dari stres karena pekerjaan.

”Intinya, mereka yang memiliki tujuan pasti tentang apa yang mereka kerjakan, tak akan merasa lelah walau bekerja berlebihan,” ujar Barajas.
Jika Anda tergolong orang yang merasa stres dengan pekerjaan Anda, Barajas menyarankan agar Anda segera mengurangi jam kerja Anda atau mulai mencari pilihan pekerjaan yang lebih baik.

Pahami dampak secara fisik Bekerja melebihi batas kemampuan juga sangat bisa dilihat lewat kesehatan fisik. Mereka yang merasa kelebihan pekerjaan dan stres akan menurun kekebalan tubuhnya hingga mudah terserang sakit. Jika ditambah dengan depresi, maka dia akan mengalami insomnia. Kondisi ini, mau tidak mau juga akan memengaruhi kehidupan pribadinya.
Menurut beberapa ahli, penyakit yang mungkin timbul karena stres tersebut yaitu sakit kepala, sakit leher, sakit punggung atau tulang belakang, depresi, sampai mudah lelah dan kelelahan yang amat sangat.

Cari tahu jangka waktu stres Setiap pekerjaan selalu ada masa naik dan turun. Ada kalanya pekerjaan sangat bertumpuk. Ada saatnya pula ringan dan tak memakan waktu Anda. Seorang akuntan misalnya, akan sangat sibuk pada masa pembayaran pajak. Nah, jika pekerjaan Anda termasuk yang mengalami siklus padat dan ringan, maka tak ada pilihan lain selain menghadapinya.

Sumber : okezone.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Kenali Dampak Emosional Pekerjaan Anda

Mengapa Perempuan Relatif Berumur Panjang

Rabu

Para ilmuwan kini mulai memahami salah satu alasan mengapa perempuan rata-rata hidup lebih lama daripada laki-laki. Penelitian yang dipimpin Monash University menjelaskan bagaimana mutasi pada DNA mitokondria membedakan harapan hidup perempuan dan laki-laki.

Dr Damian Dowling dan seorang mahasiswa PhD, Florencia Camus dari Monash School of Biological Sciences bekerjasama dengan Dr David Clancy dari Lancaster University mengungkapkan perbedaan umur panjang dan penuaan bilogis lalat buah jantan dan betina. Mereka menemukan variasi genetik di mitokondria adalah prediktor andal bagi harapan hidup jantan, tetapi tidak pada betina. Mitokondiria yang ada di hampir semua sel hewan berfungsi mengubah makanan makanan menjadi energi untuk kekuatan tubuh.

Sementara itu Dr Dowling menunjukkan mutasi DNA mitokondria yang mempengaruhi bagaimana laki-laki berumur panjang. "Menariknya, mutasi ini tidak berefek sama pada pola penuaan perempuan. Mutasi mitokondria hanya mempengaruhi laki-laki yang akan menyebabkan penuaan lebih cepat," jelasnya.

Peneliti itu mengatakan mutasi sepenuhnya dikaitkan dengan kekhasan dalam cara gen mitokondria diturunkan dari orang tua ke anak. Sementara anak-anak menerima salinan dari sebagian besar gen kedua orang tuanya, namun mereka hanya menerima gen mitokondria dari ibu. Hal ini berarti kualitas kontrol proses evolusi dikenal sebagai seleksi alam.

Studi ini didasarkan pada temuan sebelumnya oleh Dr Dowling dan timnya yang menyelidiki konsekuensi warisan mitokondria dari ibu penyebab infertilitas pada laki-laki.

Sumber : mediaindonesia.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
Online News
READ MORE - Mengapa Perempuan Relatif Berumur Panjang

Mengapa Orang Sering Tertidur Saat Dengar Pidato?

Senin

Rasanya pasti tidak menyenangkan ketika sedang asyik berpidato, hadirin yang seharusnya menyimak justru tertidur. Ada banyak faktor yang membuat orang bisa tertidur saat mendengar pidato, tidak melulu karena bosan maupun kelelahan. Yang jelas, seseorang bisa tertidur karena mengantuk. Umumnya orang akan mengantuk ketika merasa bosan dan kehilangan fokus, namun rasa kantuk pada saat-saat seperti ini biasanya lebih mudah dicegah dibandingkan rasa kantuk akibat kelelahan atau faktor fisik lainnya.

Selain karena bosan, rasa kantuk yang berlebihan juga bisa dipicu oleh stres, depresi dan rasa gelisah. Seperti dikutip dari NY Times, Senin (3/9/2012), faktor-faktor psikis tersebut bisa memicu apati atau ketidakpedulian yang merupakan penyebab rasa kantuk.

Dalam kondisi ini, tubuh kadang tidak benar-benar ingin tidur karena tidak sedang kelelahan secara fisik. Karena itu, rasa kantuk karena faktor psikis lebih mudah diatasi contohnya dengan memainkan ponsel agar tidak bosan. Dari sisi orang yang berpidato, materi dan cara penyampaian juga bisa dibuat lebih menarik agar orang tidak tertidur.

Selain faktor psikis, penyebab rasa kantuk juga bisa berupa faktor fisik yang lebih sulit dihindari, contohnya sebagai berikut.

1. Kelelahan
Meski sama sama bikin orang tertidur, mengantuk (drowsiness) tidak selalu sama dengan kelelahan (fatigue). Mengantuk adalah perasaan ingin tidur dengan berbagai penyebabnya, sedangkan kelelahan lebih spesifik karena kekurangan energi dan motivasi.

2. Anemia
Anemia atau kekuarangan sel darah merah membuat suplai oksigen ke otak tidak maksimal, sehingga cepat lelah dan gampang mengantuk. Cara mengatasinya tidak bisa dilakukan jangka pendek, karena butuh asupan zat besi yang lebih banyak.

3. Gangguan tidur
Insomnia atau tidak bisa tidur di malam hari dan sleep apnea atau penyumbatan saluran napas saat tidur adalah beberapa gangguan tidur yang membuat orang selalu mengantuk di siang hari. Kopi hanya bisa dijadikan solusi sementara untuk mengusir kantuk, sedangkan solusi jangka panjang adalah mengatasi gangguan tidur tersebut.

4. Gangguan tiroid
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) maupun kurang aktif (hipotoriodisme) sama-sama bisa memicu rasa kantuk yang berlebihan.

5. Diabetes
Mengatuk tanpa sebab yang jelas merupakan salah satu gejala diabetes yang sering terabaikan. Rasa kantuk muncul karena setelah makan, tubuh menghasilkan insulin yang terlalu banyak dan membuat gula darah turun drastis (hipoglikemia).

6. Efek samping obat
Beberapa jenis obat seperti antidepresi dan obat batuk yang mengandung antialergi memiliki efek samping mengantuk. Memang di dalam labelnya, pasien hanya dilarang mengemudi saat mengonsumsi obat-obat ini dan tidak ada larangan untuk mendengarkan pidato.

Sumber : health.detik.com
Diposting kembali Supermap Mindmap Learning Center
www.supermap.asia
READ MORE - Mengapa Orang Sering Tertidur Saat Dengar Pidato?

Mind Map selangkah Jadi JUARA!

Mind Map selangkah Jadi JUARA!
Mind Map, Memory, Speed Reading, Teknik Ujian, English Five Fingers
 
 
 

iMindMap

iMindMap Free

Sponsor

http://belanjabareng.com/ MAU BELANJA TONER MURAH DAN BERMUTU? DISIINI TEMPATNYA! BERGARANSI///